Headlines

Belajar dari Mayora Dalam Pengelolaan Bisnis Food & Beverages


Mayora telah beroperasi sejak tahun 1977. Saat ini Mayora telah dikelola oleh generasi ketiga sebagai perusahaan global dibidang fast moving consumer goods dengan inti usaha dibidang makanan. Pada awal berdirinya, Mayora merupakan industri rumah biskuit rendah hati hingga kini menjadi perusahaan dengan 13 pabrik dan lebih dari 25.000 karyawan.

Faktor kesuksesan Mayora terletak pada pengelolaan dan eksistensi atas grouping produk yang dijalankan. Sehingga, produk-produk Mayora dapat diterima masyarakat. Kesuksesan Mayora berawal pada tahun 1990 pasca melantai di bursa saham. Perubahan tersebut antara lain meningkatkan modal dasar perusahaan dari 20 milyar rupiah menjadi 30 milyar rupiah dengan menawarkan 3.000.000 saham kepada masyarakat, dengan harga Rp 1.000,- perlembar saham. 

Pertumbuhan Mayora dari tahun ke tahun tercatat stabil, bahkan di akhir 2017 disaat pertumbuhan ekonomi Indonesia melemah, Mayora justru tetap memiliki eksistensi. Hal tersebut diperoleh dari hasil inovasi dan kreatifitas dalam menunjang pertumbuhan. Dari eksistensi tersebut membuat pemeringkat efek Indonesia menaikan status PT. Mayora Indah Tbk menjadi idAA, yaitu perusahaan yang mampu mencerminkan leverage keuangan yang konservatif dan marjin profitabilitas yang stabil ditengah persaingan yang ketat. Belanja modal perusahaanpun akan didanai secara internal, sehingga proyeksi rasio utang terhadap EBITDA tidak melebihi 2,1x dalam jangka waktu pendek dan menengah. Kesuksesan ini tentunya melipatgandakan kekayaan Jogi Hendra Atmaja (Presiden Mayora Group) menjadi US$ 2,7 Miliar. Namanya pun  tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia posisi 10 versi majalah Forbes. Prestasi ini juga didukung oleh ekspansi Mayora yang persebaran produknya ke 90 negara. (DB-Red)